Beyond Borders. Salah satu film menarik yang dibintangi oleh aktris favorit saya, Angelina Jolie, si Cantik yang Baik hati dan aktor macho Clive Owen.
Terus terang saja, saya memilih film ini karena Angelina Jolie-lah yang menjadi pemeran utamanya, hehehe...
Film ini benar-benar menginspirasi saya.
Tapi kali ini saya tidak sedang meresensi film tersebut lho.. :)
Hanya cerita singkat saja, film ini mengisahkan tentang perjalanan Sarah Jordan Beauford (Angelina Jolie) dalam menemukan gairah hidup dan cinta sejatinya. Sarah yang merupakan istri dari seorang bangsawan kaya raya, Henry Beauford (Linus Roache. Suatu malam Sarah menghadiri acara amal yang diadakan oleh mertuanya. Dalam acara tersebut, datang dua orang tamu tak diundang. Dr. Nicholas Callahan (Clive Owen) dan Jojo, seorang anak korban perang dari Ethiopia. Nick melakukan orasi yang berisi gugatan mengenai ketidak pedulian para politisi dunia akan krisis kemanusiaan yang menimpa Ehiopia.
Sejak saat itu, kata-kata Nick selalu menghantui Sarah. Hingga suatu hari ia memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah, dan menyerahkan bantuan secara langsung ke Ethiopia. Di sana ia kembali bertemu Nick. Di wilayah pengungsian, Sarah melihat secara langsung keadaan yang terjadi di Ethiopia : kelaparan, kemiskinan, kekeringan, konflik bersenjata dan kematian.
Perjalanan ke Ethiopia, melihat realitas yang getir dan berjumpa dengan
pekerja-pekerja kemanusiaan membuat Sarah mengambil keputusan untuk
bekerja di organisasi PBB yang mengurusi masalah pengungsian, UNHCR.
Belum selesai sampai di situ, Sarah juga menjadi relawan di daerah-daerah konflik lainnya. Antara lain Kamboja. Hingga pada akhirnya, dengan cerita berlatar belakang peperangan dan penderitaan, Sarah meninggal terkena ranjau.
Hmm..Angelina Jolie 'banget' kan ceritanya? Itu lah mengapa saya mengidolakan dia.
Tapi terlepas dari itu, bagian paling menginspirasi bagi saya adalah,
bahwa seorang wanita kaya rela meninggalkan semua yang dimilikinya demi
alasan kemanusiaan.
Memiliki kehidupan mewah dan serba nyaman adalah
impian semua orang bukan? Tapi saat Tuhan memberi kesempatan untuk memiliki impian itu, jangankan untuk orang-orang terlantar yang kita sama sekali tidak kenal, untuk saudara, teman, tetangga saja kadang kita bersikap pelit :(
Saya tidak pernah kagum, setiap mendengar cerita tentang orang kaya yang beli ini itu, yang punya ini itu, yang bisa melakukan ini itu....dst...
Saya baru kagum dan hormat kalau mendengan orang kaya yang lebih banyak 'ini itu' nya untuk membantu kebutuhan orang lain, orang-orang yang di 'bawah'nya. Tapi lebih kagum lagi kalau mendengar tentang orang yang Tidak Kaya namun tetap peduli pada orang lain.
Mau kaya atau tidak, apa salahnya membagi sedikit apa yang kita punya untuk orang lain (yang memang membutuhkan)???
Toh, sistem akuntansi Tuhan tidak pernah salah kan? Siapa yang memberi, dia yang menerima balasan :))

Tidak ada komentar:
Posting Komentar