"Bahkan tingkah laku mereka jauh lebih buruk daripada para narapidana di penjara..."
Itulah kesan pertama saya di hari pertama masuk kantor baru.
Sehari sebelumnya saya sudah datang ke kantor itu untuk mengurus administrasi dan kelengkapan dokumen kepegawaian. Saya tidak sempat menilai mereka satu per satu. Saya hanya lewat dan sedikit menyapa saat bertemu pandang. Tapi saya tahu betul, mereka semua yang ada di ruangan itu adalah calon partner kerja saya nantinya.
Dan hari pertama saya mulai bekerja, saya masih tetap briefing dulu dengan kepala cabang. Dijelaskan mengenai struktur organisasi perusahaan dan job description secara garis besar. Orangnya (kepala cabang) biasa saja. Cukup santun dan jauh dari kesan galak. Setelah kurang lebih setengah jam, saya briefing lagi dengan Kepala Bagian Keuangan, karena memang saya ditempatkan di divisi tersebut. Seorang perempuan yang umurnya lebih tua dari ibu saya. Bijaksana dan ramah. Dia menjelaskan tentang job desc yang lebih detail, serta memberi ceramah-ceramah psikologis yang membuat saya sedikit bersemangat.
"Jangan merasa minder karena menjadi yang ter-muda di sini. Justru itu adalah kelebihan kamu. Muda, kreatif, dan energik...kamu pasti bisa melebihi para senior...bla..bla..bla..."
Dia juga memperingatkan bahwa saya jangan mudah terpancing emosi. Saya agak kaget juga, baru kali ini ada nasehat seperti itu bagi karyawan baru (saya). Jangan Terpancing Emosi.
Setelah setengah jam, barulah saya di antar ke meja kerja saya. Ibu Kepala Bagian Keuangan berkata pada salah satu karyawan di ruangan tersebut (Admin Kepala Cabang).
"Dia karyawan baru, tolong dikenalkan dengan teman-teman lain yaa.."
Si Admin Kacab menjawab "Ya" tanpa beranjak dari tempat duduknya. Saya hanya menunggu. Setelah Ibu Baik Hati tadi kembali ke ruangannya, saya baru sadar kalau sepertinya kehadiran saya tidak diinginkan di sini..karena si Admin tidak juga beranjak. Mereka malah asyik mengobrol dan tertawa-tawa.
DAMN..!!
Sampai sekitar lima belas menit, Ibu Baik Hati keluar dari ruangannya, mengajak saya keliling ruangan dan memperkenalkan kepada karyawan lain.
DAMN..!!
Saat saya menyalami mereka satu per satu, saya disambut dengan sangat tidak ramah. Bahkan ada yang bersalaman tanpa menatap saya!!
Jam demi jam berlalu, rasanya.....wah jangan tanya!! Bahkan orang-orang dari divisi lain yang masuk ke ruangan itu juga bertingkah demikian (fyi, mereka semua jauh lebih tua di atas saya). Bahkan ketika menawari sesuatu atau berpamitan, hanya saya yang dilewatkan.
Huuhff...saya semakin jengah. Bukan takut. Hanya jengah dan muak!! Apa pantas, sekelas orang kantoran seperti mereka berkelakuan seperti itu? Bukankah kelakuan mereka persis seperti anak SD? (atau bahkan lebih buruk)
Ini adalah sebuah tempat kerja terburuk yang pernah saya temui sepenjang sejarah hidup saya!! Tata tempatnya pun sangat tidak homey :((
Saya langsung teringat kunjungan saya beberapa waktu lalu ke sebuah LP (Lembaga Pemasyarakatan; Penjara Wanita) Saat saya (beserta rombongan) datang, beberapa dari mereka menyambut dan menyalami saya dengan wajah ceria. Bahkan ada beberapa yang mencium tangan saya ^_^
Dan saat saya pulang pun, mereka melambaikan tangan dan mengucapkan terimakasih berkali-kali.
Sungguh ironis bukan? Logikanya, para napi itu yang semestinya bersikap bengis dan penuh kebencian. Dan seharusnya ibu-ibu kantoran yang hidupnya sangaaat makmur itu bersikap bijak dan penuh cinta.
Dari itu semua, baru saya sadar..bahwa terkadang hukuman dapat mengingatkan kita untuk senantiasa dekat dengan kebaikan..Karena saya pun demikian. 'Hukuman' ini membuat saya ingat betapa banyak kesalahan-kesalahan yang saya buat sebelumnya. Kurang bersyukur dengan pekerjaan yang sudah sangat baik, bersikap arogan dan meremehkan orang lain, dan masih banyaaaaaaak lagi.
Terima kasih Tuhan, telah mengingatkan saya...
Dan ternyata............Tuhan masih sangat berbaik hati pada saya, Ia menjawab doa-doa saya (memang benar ya, doa orang teraniaya itu sering dikabulkan)
....Ada tawaran lain yang lebih menyenangkan...
Cihhhuuyyyyyyyy.........!!!!!
Sekali lagi terima kasih ya Yang Maha Pemurah dan Pemaaf :))